Cara Menanam Kakao (Coklat) dengan Baik & Benar

Coklat (Kakao) merupakan salah satu jenis makanan dan minuman yang sangat digemari di seluruh dunia. Coklat (Kakao) yang bisa dinikmati di pasaran berasal dari pohon kakao yang menghasilkan buah kakao. Biji kakaolah yang nantinya akan diproses menjadi coklat (Kakao) dengan citarasa lezat dengan efek endorfin yang merilekskan.

Cara Menanam Kopi Coklat (Kakao) Agar Berbuah Lebat – Kopi coklat (Theobroma cacao L.) atau sering disebut dengan kakao merupakan bahan utama pembuatan coklat. Tanaman ini pada awalnya berasal dari Amerika, namun saat ini sudah banyak dibudidayakan di asia terutama di Indonesia. Tidak seperti kopi pada umumnya, buah kopi coklat (kakao) dibungkus dengan kulit yang agak tebal dan relatif keras. Biji dilindungi oleh salut biji (aril) lunak berwarna putih atau sering disebut dengan pulp. Tanaman ini memiliki batang yang bisa mencapai ketinggian 10 -15 meter, namun budidaya kakao yang dilakukan oleh para petani dilakukan dengan memotong pohon kakao agar tidak terlalu tinggi dan lebih melebar ke samping. Hal Ini bertujuan agar semakin banyak ruang untuk menghasilkan buah.

Budidaya kakao atau kopi coklat dapat dilakukan dengan menggunakan biji dan juga dengan stek batang atau okulasi. Jika anda menginginkan pohon kakao yang cepat menghasilkan buah, maka cara stek batang atau okulasi merupakan cara yang tepat untuk menanam pohon kakao. Berikut Beberapa langkah cara menanam kakao (kopi coklat) yang benar agar dapat mengasilkan pohon kakao yang cepat berbuah.

Pembibitan Kakao

Menyiapkan bibit kakao (Kopi cokelat) merupakan langkah awal yang harus benar-benar diperhatikan agar menghasilkan pohon kakao yang berkualitas baik dan menghasilkan panen yang banyak. Pemilihan indukan bibit menjadi faktor utama dalam memilih bibit kakao, pilihlah pohon kakao yang sudah berbuah berulangkali, pilihlah pohon yang memiliki kualitas buah baik dan kualitas batangnya sehat. Lakukan penyemaian biji kakao (kopi coklat) pada polybag dengan 1 polybag untuk satu biji saja sebagai batang bawah. Setelah biji tumbuh dan mencapai diameter batang sekitar 5cm, lakukan okulasi dengan cara mengambil tunas pada pohon kakao yang sudah berbuah dan tempelkan pada batang bawah dari hasil semaian. Jika anda tidak ingin repot, maka belilah bibi kakao dari para petani di dekat daerah anda. Perhatikan secara benar-benar kualitas bibit kakao yang akan anda beli. Bibit hasil sambung pucuk atau hasil okulasi memperlihatkan adanya bekas sayatan pada batang pohonnya.

Untuk mendapatkan bibit pohon kakao, cara generatif bisa dilakukan dengan penyemaian biji buah coklat kakao. Selain itu, pembibitan bisa pula dilakukan secara vegetatif dengan menggunakan teknik stek maupun okulasi. Namun, sebelum bisa ditanam di lahan, bibit tanaman coklat tersebut sebaiknya sudah berusia 4-5 bulan dengan tinggi pohon 50-60 cm. Helaian daun pada bibit paling tidak sudah berjumlah 20-40 helai dengan minimal daun tua berjumlah 4 helai. Batang harus berdiameter 8 mm dan bibit tersebut harus dalam keadaan sehat.

Jumlah bibit yang diperlukan dalam budidaya coklat sangat tergantung pada luas lahan serta jarak tanam yang dipilih. Jarak tanam perlu dipertimbangkan dengan baik dengan melihat jenis tanah serta iklim di are penanaman. Sebagai contoh, bibit sejumlah 1.650 batang diperlukan untuk setiap hektar lahan jika jarak tanam yang dipilih adalah 2,4 x 2,4 meter. Akan tetapi, jika jarak tanam yang dipilih adalah 5 x 5 m, bibit yang diperlukan hanya 400 batang.

Menyiapkan Lahan Tanam Kakao (kopi coklat)

Pengolahan lahan tanam untuk tanaman kakao (kopi cokelat) tidaklah perlu repot-repot, pengolahan yang perlu dilakukan adalah pembersihan lahan tanam dari semak belukar. Kemudian buatlah lubang tanam dengan ukuran lubang 50cm x 50cm dan kedalaman 50cm. Buatlah lubang dengan ukuran yang sama pada jarak 5 meter dari lubang sebelumnya (jarak tanam 5×5). Isilah lubang tanam yang digali dengan pupuk kandang sampai 1/2 bagian terisi, kemudian biarkan lubang tersebut selama 2 minggu sebelum ditanami agar pupuk kandang benar-benar meresap.

Menanam Bibit Kakao (kopi cokelat) Bibit kakao hasil okulasi atai juga sambung pucuk yang telah tumbuh dan memiliki ketinggian sekitar 50cm, maka dapat dilakukan pemindahan ke lahan tanam permanen  yang telah ditentukan, Penanaman dapat dilakukan sepertihalnya cara menanam buah kesemek atau cara menanam kelengkeng, yaitu dengan melepas polybag semaian secara perlahan agar tanah semaian tidak hancur. Masukkan bibit ke dalam lubang tanam tepat di tengah lubang, kemudian lakukan penutupan lubang dengan tanah sisa galian yang ada disekitar lubang. Lakukan cara yang sama sampai semua lubang tertanami.Penanam pohon kopi cekelat (kakao)sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan, hal ini agar tidak terlalu repot untuk melakukan penyiraman.

Merawat Tanaman Kakao (kopi coklat)

Perawatan pada pohon kakao terbilang cukup menyita waktu anda dan juga perlu ketelatenan dalam melakukan perawatan. lakukan penyiangan terhadap rumput liar yang tumbuh, dan lakukan penyulaman pada bibit kakao yang mati. Setelah tanaman kakao sudah mulai besar sekitar umur 6 bulan dari penanaman, lakukan pemangkasan agar pohon kakao tidak meninggi, usahakan pohon kakau melebar agar semakin banyak buahnya. Pemotongan tunas-tunas baru juga perlu dilakukan agar nutrisi yang ada difokuskan untuk menghasilkan bunga dan buah, selain itu pemangkasan juga berfungsi untuk menyediakan sanitasi pada tanaman kakao. Pemupukan harus tetap dilakukan, pemupukan dapat dilakukan dengan menggunakan pupuk kimia pada umur pada umur 10 bulan dengan menggunakan pupuk NPK, namun jangan terlalu dekat dengan pohon saat menaburkan pupuk.

Penyiangan penting dilakukan minimal satu bulan satu kali agar penyerapan unsur hara dan air tidak terganggu selain untuk mencegah perkembangan hama dan penyakit. Sementara itu, pemupukan perlu dilakukan saat tanaman sudah berusia dua bulan setelah tanam.

Tanaman yang belum berbuah dipupuk dengan jarak 15-50 cm dari batang utama tanaman berusia 2-10 bulan dan 50-75 cm dari batang utama tanaman berusia 14-20 bulan. Tanaman yang sudah menghasilkan perlu dipupuk dengan jarak 50-75 cm dari batang utama dengan kedalaman 10 cm.

Memanen Kakao (kopi coklat)

Rata-rata pohon kakao akan mengeluarkan bunga pada umur 3 tahun, dan akan menghasilkan pohon kakao yang berbuah puncak atau banyak-banyaknya adalah sekitar umur 4-5 tahun. Buah kakao (kopi coklat) yang sudah siap panen ditunjukkan dengan perubahan warna kulit buahnya menjadi kuning. Pemanenan dapat dilakukan dengan memotong tangkai buahnya dengan menggunakan pisau atau gunting panen. Itulah beberapa langkah Cara menanam Kakao (kopi cokelat) yang baik dan benar agar menghasilkan buah yang lebat, pemilihan bibit kakao yang unggul dan perawatan pohon menjadi kunci utama agar pohon kakao menghasilkan panen yang banyak. Selaimn untuk keperluan penjualan kopi coklat, buah kakao juga bisa dimakan lapisan lunak penutup bijinya, lapisan penutup biji buah rasanya manis.